BOGOR, MAHATVA.ID – Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, memastikan jajarannya terus siaga dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di Kecamatan Parung Panjang yang sempat memanas akibat keresahan masyarakat terhadap aktivitas truk tambang.
AKBP Wikha mengungkapkan, Bupati Bogor telah meminta waktu dua hari ke depan untuk melakukan pertemuan dengan Bupati Tangerang. Pertemuan tersebut bertujuan menyinkronkan peraturan bupati (Perbup) agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan di lapangan.
“Kalau sudah sinkron, mudah-mudahan permasalahan bisa selesai,” ujar Kapolres Bogor kepada Mahatva.id Jumat (19/9/2025).
Ia menambahkan, selama ini Polres Bogor secara aktif memberikan bantuan personel untuk mengantisipasi potensi kericuhan. Salah satunya terjadi pada Kamis malam, ketika nyaris terjadi bentrokan antara masyarakat dengan para sopir truk di Parung Panjang.
“Alhamdulillah, personel berhasil mengkondusifkan situasi sehingga tidak terjadi penutupan jalan seperti yang terjadi pada Desember 2023 lalu,” tegasnya.
Kapolres juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama Aparat Penegak Hukum (APH), Pemkab Bogor, dan Pemkab Tangerang telah berkomitmen menjaga situasi selama dua hari ke depan hingga hasil pertemuan bupati menghasilkan solusi.
Untuk mengantisipasi gangguan, Polres Bogor telah menyiapkan sejumlah titik pos gabungan yang melibatkan personel Dishub, Satpol PP, TNI, dan Polri.
“Kita akan sama-sama menjaga wilayah dan menjaga diri, sehingga apa yang dibicarakan nanti benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat di kedua daerah,” tutup AKBP Wikha.




