MAHATVA.ID – Kecamatan Klapanunggal kehilangan salah satu sosok penting dalam pergerakan Nahdlatul Ulama (NU), Ustadz Ismail Ibrahim, atau yang akrab disapa Mang Mail. Beliau dikenal sebagai seorang motivator, sahabat diskusi, dan pejuang NU sejati yang telah mendedikasikan separuh hidupnya untuk berkhidmat di organisasi tersebut.

Saat ini, almarhum menjabat sebagai Sekretaris Tanfidziyah MWC NU Klapanunggal. Namun, pengabdiannya tidak hanya terbatas pada NU saja, ia juga aktif di badan otonom (Banom) NU seperti GP Ansor, Banser, IPNU, dan IPPNU, di mana beliau selalu hadir memberikan semangat dan inspirasi bagi kader-kader muda.

Pesan Terakhir untuk Para Kader NU

Dedikasi Mang Mail untuk NU tergambar jelas dari detik-detik terakhir hidupnya. Sebelum meninggal, ia masih menyempatkan diri menghubungi beberapa sahabat seperjuangan, termasuk Sandy Afriandy (Sekretaris PC IPNU Kabupaten Bogor), Irgi Ilham (Bendahara PAC GP Ansor Klapanunggal), serta Angga Gunaefi (Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Bogor).

Dalam percakapan telepon tersebut, beliau tidak membahas dirinya sendiri, melainkan tetap menyampaikan semangat berkhidmat dan membahas agenda NU serta GP Ansor. Hal ini membuktikan betapa besarnya dedikasi beliau terhadap perjuangan organisasi hingga akhir hayatnya.

Detik-Detik Kepergian Sang Pejuang

Pada 22 Maret 2025 pukul 22.06, Mang Mail terjatuh di kamar mandi. Menyadari kondisi darurat, beberapa rekan seperjuangannya, yaitu Enjay Jayadi, Heru Hermawan, Dian Ajis Syah Putra, dan Rizki Suryana Hidayat, segera membawanya ke RSUD menggunakan Mobil Siaga Desa Kembang Kuning.

Setibanya di IGD, beliau langsung menjalani CT Scan, yang menunjukkan bahwa pembuluh darahnya pecah. Kondisinya semakin kritis, hingga akhirnya pada 23 Maret 2025 pukul 13.50, beliau menghembuskan napas terakhirnya.

Kehilangan Besar bagi NU Kabupaten Bogor