Bogor, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar pameran 75 artefak peninggalan Nabi Besar Muhammad SAW dan para kerabatnya selama bulan suci Ramadan 2026. Kegiatan religius ini berlangsung di area sebelah Masjid Raya Nurul Waton dan dibuka untuk umum secara gratis mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB hingga hari pertama Idul Fitri.

Momentum ini disebut sebagai bagian dari keberkahan yang dirasakan Kabupaten Bogor dalam dua tahun terakhir. Pada 2025, Kabupaten Bogor menerima Mahkota Bino Kasih untuk pertama kalinya sejak masa Kerajaan Pajajaran. Kemudian pada 2026, berdiri Masjid Raya Nurul Waton yang kini menjadi pusat kegiatan keagamaan, termasuk pameran artefak bersejarah ini.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran artefak ini bukan sekadar agenda pameran, melainkan momentum spiritual untuk mendekatkan masyarakat kepada Allah SWT dan meneladani Rasulullah SAW.

“Ini bukan hanya soal persiapan teknis. Jika tidak diizinkan oleh panitia dan tidak ditakdirkan Allah SWT, artefak ini tidak akan hadir di Kabupaten Bogor. Maka ketika hadir di sini, ini menjadi momentum berharga bagi umat Muslim,” ujarnya.

Sebanyak 75 artefak dipamerkan, termasuk rambut Nabi Muhammad SAW, imamah (penutup kepala), serta ekstrak keringat yang disebut memiliki aroma khas meski telah berusia lebih dari 15 abad. Beberapa artefak tersebut bahkan diklaim belum pernah dilihat langsung oleh Bupati sebelumnya.

Pameran ini menjadi yang pertama dan terbesar di Kabupaten Bogor, serta yang ketujuh kali digelar di Jawa Barat. Berbeda dengan daerah lain yang memberlakukan tiket masuk hingga Rp100 ribu per orang, pameran di Bogor dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

Pengamanan Forkopimda dan Dukungan Lintas Instansi

Untuk menjamin keamanan, pengamanan telah dikoordinasikan sejak awal bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, termasuk dukungan dari Polres Bogor, Kodim Bogor, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, BNN, para kiai, ulama, serta organisasi Islam di Kabupaten Bogor.

Selain melihat artefak, masyarakat juga difasilitasi area khusus untuk berdoa dan bermunajat di kawasan Laga Satria. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat membangkitkan semangat spiritual masyarakat selama Ramadan serta mempererat persatuan dalam membangun Bogor dan Indonesia.