Jakarta, MAHATVA.ID - Rencana pembatasan ekspansi jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart yang disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Muhaimin Iskandar menuai beragam tanggapan. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta Timur sekaligus Fungsionaris Kadin Indonesia, Muhammad Sirod, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara hati-hati karena berpotensi mengganggu rantai pasok nasional yang menopang jutaan pelaku usaha di sektor makanan, minuman, dan barang konsumsi cepat (Fast-Moving Consumer Goods/FMCG).

Menurutnya, argumen bahwa dominasi dua jaringan ritel ini menekan toko kecil hanya melihat sisi permukaan. Padahal, secara industri, keberadaan ritel modern telah menjadi bagian integral dari ekosistem distribusi nasional.

“Distribusi yang efisien menentukan stabilitas harga dan kontinuitas suplai. Ritel modern menjalankan fungsi ini melalui sistem logistik yang mampu menyalurkan produk lokal ke pasar nasional dengan standar mutu dan kecepatan yang konsisten,” ujar Sirod, Rabu (29/10/2025).

Kontribusi Besar ke Industri Nasional

Data Kementerian Perindustrian mencatat, nilai output industri FMCG mencapai lebih dari Rp600 triliun per tahun dengan serapan tenaga kerja langsung di atas empat juta orang. Efisiensi distribusi menjadi faktor utama keberlangsungan industri tersebut.

Indomaret dan Alfamart, lanjut Sirod, saat ini mengoperasikan lebih dari 80 pusat distribusi di seluruh Indonesia. Infrastruktur berbasis data itu mampu memotong biaya logistik hingga 20 persen dibandingkan jalur konvensional.

“Jika ekspansi jaringan ritel modern dibatasi secara politis, dampaknya akan langsung terasa pada daya serap terhadap produk-produk UMKM dan industri makanan-minuman lokal yang bergantung pada kanal modern trade,” katanya.

Ritel Modern Dorong Produk Lokal

Berdasarkan riset NielsenIQ tahun 2024, sebanyak 37 persen produk yang dijual di jaringan minimarket nasional merupakan produk lokal skala kecil dan menengah. Artinya, ritel modern telah menjadi marketplace efektif bagi UMKM yang memiliki kapasitas produksi stabil.