MAHATVA.IDAmerika Serikat dilaporkan tengah menyiapkan opsi operasi darat terbatas di Iran, sebuah langkah yang berpotensi memperluas konflik yang kini telah memasuki minggu kelima.

Laporan The Washington Post menyebut Pentagon tengah mempersiapkan skenario operasi selama beberapa minggu, termasuk kemungkinan serangan cepat ke fasilitas strategis Iran. Target yang disebut antara lain Pulau Kharg—pusat ekspor minyak utama Iran—serta wilayah pesisir di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Meski demikian, rencana tersebut tidak mengarah pada invasi penuh. Operasi diperkirakan melibatkan pasukan khusus dan infanteri konvensional dengan misi terbatas, seperti melumpuhkan fasilitas strategis dan menghancurkan ancaman terhadap jalur pelayaran.

Namun, risiko di lapangan dinilai tinggi. Personel AS berpotensi menghadapi serangan drone dan rudal Iran, tembakan darat, hingga bahan peledak rakitan.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa penyusunan opsi militer merupakan prosedur standar dan belum tentu akan dieksekusi.

“Merupakan tugas Pentagon untuk menyiapkan berbagai opsi bagi Panglima Tertinggi. Itu tidak berarti presiden telah membuat keputusan,” ujarnya.

Sejauh ini, belum ada kepastian apakah Presiden Donald Trump akan menyetujui rencana tersebut.

Di sisi lain, Washington telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah. US Central Command menyebut sekitar 3.500 tentara tambahan telah tiba dengan menumpang kapal perang USS Tripoli, bersama aset tempur seperti jet serang dan perlengkapan amfibi.

Penguatan militer ini juga mencakup rencana pengiriman pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS, menandakan kesiapan eskalasi jika diperlukan.