Garut, MAHATVA.ID – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memimpin Apel Gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut yang digelar di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Senin (9/2/2026).
Dalam arahannya, Bupati menyoroti dinamika penghapusan data kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan serta mengingatkan pentingnya menjaga etos kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
Syakur mengungkapkan kekhawatirannya atas pencoretan sekitar 70.000 warga Kabupaten Garut dari daftar PBI oleh pemerintah pusat pada akhir Januari 2026. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan dinamika serius di lapangan, terutama bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini bergantung pada layanan kesehatan gratis.
Trantibum Diperluas di Kabupaten Bogor, Penataan Kabel dan Ruang Publik Mulai Tunjukkan Hasil
“Ini bukan jumlah yang sedikit. Di bayangan saya pasti akan banyak dinamika di lapangan. Saya minta Dinas Kesehatan juga Puskesmas-Puskesmas untuk tetap bisa melayani masyarakat karena itu adalah pelayanan dasar,” tegas Syakur.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Garut telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk memperoleh data rinci warga yang terdampak pencoretan. Ia menegaskan, meskipun terjadi pengurangan, pemerintah daerah tetap akan mengupayakan pengajuan ulang agar warga yang masih memenuhi kriteria dapat kembali masuk dalam skema PBI.
“Di balik kesedihan kita tadi berkurang 70 ribu, tapi secara kumulatif totalnya ketika kita dikurangi kita mengajukan banyak. Tetap mengajukan, yang namanya ikhtiar ya coba saja ajukan,” ujarnya.
Memasuki bulan Ramadan, Bupati Garut juga mengingatkan seluruh ASN agar tidak menjadikan puasa sebagai alasan menurunnya kualitas pelayanan publik. Ia menekankan bahwa bekerja dan melayani masyarakat merupakan bagian dari ibadah.
“Tidak berarti bulan puasa menjadi malas, tidak serius, tidak disiplin, tidak sungguh-sungguh. Justru ini merupakan momentum yang baik,” katanya.
Menutup arahannya, Syakur memberikan apresiasi atas peningkatan kinerja perangkat daerah melalui berbagai program inovasi, termasuk optimalisasi sistem pelayanan digital seperti Srikandi. Ia meminta seluruh jajaran tetap menjaga semangat perbaikan dan tidak cepat berpuas diri, mengingat tantangan pembangunan Kabupaten Garut ke depan masih cukup besar.



