Jakarta, MAHATVA.ID - Di tengah agenda kunjungan kerja kenegaraan bersama Presiden Prabowo Subianto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerima kunjungan kehormatan dari CEO SK Innovation, James Lee, beserta jajaran manajemen.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama energi antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam sektor liquefied natural gas (LNG) dan pengembangan teknologi energi bersih.
Dalam pertemuan itu, pihak SK Innovation menyampaikan apresiasi atas konsistensi Indonesia dalam memasok LNG ke Korea Selatan. Pasokan tersebut dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan energi negara tersebut.
Indonesia sendiri merupakan salah satu eksportir LNG utama di kawasan Asia yang terus menjaga komitmen pasokan energi ke mitra strategis global.
Selain LNG, pembahasan juga mencakup perkembangan studi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) yang tengah dijajaki bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), termasuk Pertamina.
Dalam rencana tersebut, karbon dioksida (CO₂) yang telah dicairkan akan disimpan di dalam formasi akuifer bawah tanah di Provinsi Banten, tepatnya di kawasan dekat Krakatau Steel.
Proyek ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam menekan emisi karbon serta mendukung target dekarbonisasi nasional.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan dukungannya terhadap kerja sama tersebut.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi komitmen kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan SK Innovation dalam pengembangan teknologi CCS. Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung target dekarbonisasi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan industri hulu migas,” ujar Djoko.

