Jakarta, MAHATVA.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pemerintah terus memantau kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

AHY menjelaskan bahwa kementeriannya bersama sejumlah kementerian di bawah koordinasinya, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, saat ini fokus melakukan pengecekan akses jalan di sepanjang jalur Trans Jawa dan Trans Sumatera.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang harus diantisipasi menjelang periode mudik Lebaran, salah satunya adalah potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada kondisi jalan dan keselamatan perjalanan.

“Tentu saya mendorong terus Kementerian Pekerjaan Umum untuk bekerja pagi, siang, malam, karena jalur Trans Jawa dan Trans Sumatera ini sangat panjang dan memiliki tantangan yang tidak ringan, apalagi jika dikaitkan dengan faktor cuaca,” kata AHY saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta.

Ia menambahkan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan cuaca yang berpotensi menimbulkan hujan lebat. Kondisi tersebut dinilai dapat menyebabkan kerusakan jalan maupun meningkatkan risiko kecelakaan selama masa mudik.

“Kita harus bersiap jika terjadi cuaca ekstrem, khususnya hujan yang bisa berdampak pada kondisi jalan dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Selain memastikan kondisi jalan tetap optimal, pemerintah juga menyiapkan berbagai sarana dan prasarana transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

AHY menegaskan bahwa pemerintah berupaya memastikan seluruh infrastruktur dalam kondisi prima, termasuk jalan utama, jalan arteri, hingga sistem transportasi multimoda yang meliputi jalur darat, laut, udara, dan kereta api.

“Kita harus memastikan armada transportasi siap dan memadai untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” jelasnya.