Saumlaki, MAHATVA.ID -Rapat Kerja Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kolese Yoseph Tethol Tanimbar yang berlangsung selama dua hari, Minggu hingga Senin (22–23/3/2026), di Gedung SD Naskat St. Petrus Sofyanin, Kecamatan Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menggarisbawahi bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan hingga ke tingkat desa merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Mengusung tema “Bersinergi dan Berkolaborasi Membangun Ekosistem Sekolah yang Unggul”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum koordinasi, tetapi juga ruang strategis untuk menyelaraskan visi, memperkuat kemitraan, serta merumuskan langkah konkret dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan akses dan kualitas layanan pendidikan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Yayasan Keuskupan Amboina, Drs. Jhon Dumatubun, Direktur Ps. Laurensius S. Fil, Wakil Direktur PS. Fiky Panggola, S. Fil, jajaran pengurus yayasan, serta para kepala sekolah se-Kolese Yoseph Tethol Tanimbar. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sistem pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam forum MKKS, para peserta menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di Kepulauan Tanimbar tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi erat antara yayasan, satuan pendidikan, pemerintah desa, serta masyarakat sebagai satu kesatuan ekosistem.
Rapat kerja ini menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan langkah-langkah strategis, mencakup penguatan kepemimpinan sekolah, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta perluasan partisipasi masyarakat dalam mendukung proses pendidikan.
Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai krusial dalam membangun ekosistem sekolah unggul yang adaptif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di daerah kepulauan.

Salah satu peserta, Kepala SMP St. Andreas Lauran, Ludia Lerebulan, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh masyarakat Desa Sofyanin yang dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan.
“Pelayanan yang luar biasa dari Ibu Kepala Sekolah, Ibu Afra Ohunduan, Korwil Kecamatan Fordata, Kepala Desa, Pastor Paroki, dan seluruh masyarakat Desa Sofyanin. Ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi di tingkat lokal berjalan sangat kuat,” ungkapnya.
Apresiasi tersebut mencerminkan tingginya semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung agenda pendidikan, sekaligus mempertegas bahwa pembangunan pendidikan tidak terlepas dari peran aktif komunitas lokal.




