Bogor, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor mengajak masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi global yang tidak menentu, termasuk potensi konflik dan perang di berbagai wilayah dunia yang dapat berdampak pada rantai pasok pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menyampaikan hal tersebut saat berdialog dalam program Podcast Sora Bogor Diskominfo yang diselenggarakan oleh Diskominfo Kabupaten Bogor.

Menurut Teuku, situasi geopolitik global yang sedang bergejolak berpotensi memengaruhi distribusi dan ketersediaan pangan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat diimbau mulai memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk menanam tanaman pangan.

“Dunia saat ini sedang menghadapi situasi yang cukup rentan terhadap konflik. Jika terjadi gangguan pada distribusi pangan global, tentu akan berdampak pada ketersediaan pangan. Karena itu masyarakat kami dorong untuk mulai menanam berbagai tanaman pangan di pekarangan rumah,” ujar Teuku.

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga sehingga masyarakat tetap memiliki sumber pangan mandiri apabila terjadi gangguan distribusi akibat kondisi global.

Gerakan menanam tersebut juga sejalan dengan arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.

Melalui gerakan ini, pemerintah daerah mengajak masyarakat menanam berbagai jenis tanaman yang dapat dikonsumsi sehari-hari, seperti sayuran, cabai, umbi-umbian, hingga tanaman buah. Selain menjaga ketersediaan pangan, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan masyarakat.

“Kami juga telah membuat berbagai contoh miniatur urban farming sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan lahan sempit untuk menanam tanaman pangan,” jelasnya.

Teuku menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, setiap keluarga dapat memiliki cadangan pangan yang dapat dimanfaatkan kapan saja.