MAHATVA.ID — Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengaku kecewa setelah timnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Dewa United pada laga lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu malam.

Menurut Tavares, hasil tersebut sangat merugikan karena Persebaya unggul jumlah pemain sejak awal babak kedua, namun gagal memaksimalkan situasi tersebut untuk meraih kemenangan.

“Kami hanya meraih satu poin dan kehilangan dua poin di rumah. Ini artinya kami harus bekerja lebih keras lagi,” ujar Tavares dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu menilai Persebaya tampil kurang efektif pada babak kedua, terutama dalam hal kecepatan sirkulasi bola. Kondisi tersebut membuat tim kesulitan membongkar pertahanan rapat Dewa United meski bermain dengan keunggulan jumlah pemain.

“Meski unggul jumlah pemain, kami tidak cukup pintar memindahkan bola dengan cepat. Sekarang kita bisa mengirim email lebih cepat, tetapi pemain justru berlari membawa bola seperti tukang pos,” sindir Tavares.

Ia menjelaskan bahwa lambatnya aliran bola memberi kesempatan bagi lini belakang lawan untuk menutup ruang dan mengantisipasi setiap serangan yang dibangun Persebaya.

Sementara itu, kapten Persebaya Bruno Moreira mengakui hasil imbang tersebut tidak sesuai harapan tim maupun suporter yang memadati stadion.

“Ini bukan hasil terbaik. Kami bermain di kandang dan mengharapkan tiga poin, tetapi kami harus menemukan cara yang lebih baik untuk mencetak gol,” kata Bruno.

Bruno juga memastikan dirinya tidak dapat tampil pada laga tandang Persebaya berikutnya melawan Bali United akibat akumulasi kartu kuning.