BOGOR, MAHATVA.ID – Demo warga Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pecah di Kantor Desa, Jumat (12/9/2025). Aksi protes itu dipicu oleh keputusan Kepala Desa Bojong Kulur, Firman Riansyah, yang diduga arogan dan sewenang-wenang dalam mengambil kebijakan.
Warga melakukan corat-coret di dinding kantor desa dan membentangkan spanduk dengan tulisan “Pemdes Bojong Kulur Dzolim, Kades Gagal Urus Desa, Pemdes Tukang Adu Domba" sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah desa.
Salah satu pemicu utama demo warga Bojong Kulur adalah pemberhentian sepihak Amil dan Koordinator Desa (Kordes). Padahal, masa jabatan keduanya masih tersisa dua tahun.
“Gara-gara memberhentikan Amil dan Kordes, padahal masih ada dua tahun lagi menjabat. Tapi kenapa diberhentikan sepihak tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Keputusan sepihak itu dinilai melukai hati masyarakat serta dianggap tidak sesuai dengan mekanisme pemerintahan desa. Warga menuding sikap Kepala Desa Firman Riansyah mencerminkan gaya kepemimpinan arogan dan otoriter.
Hingga berita ini diterbitkan, Firman Riansyah selaku Kepala Desa Bojong Kulur belum dapat dikonfirmasi terkait alasan pemberhentian aparatur desa tersebut.
Demo warga Bojong Kulur ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan kepala desa yang dinilai tidak adil dapat memicu gejolak sosial serta meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.




