Jakarta, MAHATVA.IDIndustri film Indonesia tengah berada dalam fase optimisme. Jumlah penonton film nasional meningkat signifikan dan karya-karya anak bangsa semakin mendominasi layar domestik. Kondisi ini turut memperkuat subsektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Dina Lorenza Audria, dalam sebuah podcast yang membahas perkembangan industri perfilman Tanah Air.

Menurut Dina, kebangkitan perfilman Indonesia patut diapresiasi. Namun di balik pertumbuhan tersebut, masih terdapat sejumlah pertanyaan mendasar.

“Apakah pertumbuhan industri film ini sudah merata atau hanya dimonopoli oleh rumah produksi besar?” ujarnya.

Ia menegaskan, sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta masukan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, DPR RI melalui Komisi VII mengambil peran dalam membentuk ekosistem kreativitas dan distribusi film nasional yang lebih adil dan inklusif.

Banyak Cerita Bagus Belum Tersalurkan

Dina mengungkapkan bahwa Komisi VII DPR RI telah melakukan pembahasan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif untuk menampung berbagai aspirasi dari pelaku industri.

“Banyak film-film yang bagus, penontonnya juga banyak. Pemerintah ingin ikut andil agar manfaat pertumbuhan ini bisa dirasakan bersama,” kata Dina.

Ia menyebut, banyak keluhan datang dari pekerja seni dan produser daerah yang memiliki cerita-cerita kuat, namun kesulitan dalam proses produksi maupun distribusi ke jaringan bioskop nasional.