MAHATVA.ID - Sebanyak enam karyawan yang bekerja sebagai cleaning service di SMK Negeri 6 Kepulauan Tanimbar harus menahan kekecewaan lantaran gaji mereka belum dibayarkan selama empat bulan, terhitung sejak Oktober 2024 hingga Januari 2025.
Salah satu sumber yang enggan disebut namanya mengonfirmasi kabar tersebut.
"Iya, benar, gaji kami empat bulan belum dibayarkan," ujarnya.
Enam karyawan tersebut menerima gaji sebesar Rp1.000.000 per bulan. Dengan total keterlambatan selama empat bulan, jumlah yang harus dibayarkan pihak sekolah mencapai Rp24 juta.
Mayoritas dari pekerja cleaning service ini adalah janda yang sangat mengandalkan penghasilan mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar. Salah satu dari mereka mengungkapkan kesedihannya, karena ia sangat berharap pembayaran gaji untuk membiayai kuliah anaknya.
"Kami hanya bisa menunggu, tetapi tidak ada kejelasan sampai sekarang," tuturnya dengan nada kecewa.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Kepulauan Tanimbar mengakui keterlambatan pembayaran gaji tersebut.
"Iya, benar. Gaji mereka belum dibayarkan selama tiga bulan karena dana BPOPP untuk SMK belum cair hingga saat ini,"jelasnya melalui pesan WhatsApp.
Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) adalah dana dari pemerintah yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional sekolah, termasuk pembayaran gaji tenaga kerja. Namun, hingga kini, pihak sekolah belum dapat memastikan kapan dana tersebut akan dicairkan.




