Jakarta, MAHATVA.ID – Harga emas terus mengalami lonjakan signifikan dalam setahun terakhir. Pada Senin (9/2/2026), harga emas batangan bersertifikat di laman Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) tercatat naik Rp 20.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.920.000 menjadi Rp 2.940.000 per gram.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan, salah satu faktor utama melonjaknya harga emas adalah pergeseran strategi investor global yang memilih melakukan lindung nilai aset (hedging) di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Emas dinilai sebagai aset safe haven yang paling diminati saat risiko global meningkat.

“Banyak bank sentral yang menurunkan cadangan dolarnya dan masuk ke US Treasury. Tapi kemudian mereka bergeser lagi ke emas. Jadi tidak heran dalam satu tahun terakhir harga emas naik lebih dari dua kali lipat,” ujar Destry dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, Selasa (10/2/2026).

Destry menjelaskan, pada awal tahun lalu harga emas masih berada di kisaran Rp 1,1 juta per gram, sementara saat ini telah mendekati Rp 3 juta per gram, atau naik hampir tiga kali lipat. Kondisi ini menunjukkan telah terjadi pergeseran preferensi aset secara global.

Menurutnya, pergeseran tersebut juga terjadi pada pergerakan mata uang. Pelaku pasar akan selalu mencari instrumen yang mampu memberikan imbal hasil tertinggi, tanpa loyalitas terhadap mata uang tertentu.

“Dana itu tidak punya loyalitas, kecuali pada tingkat imbal hasil yang bisa diperoleh, baik dalam rupiah maupun dolar AS,” jelasnya.

Terkait nilai tukar, Destry mengakui bahwa rupiah masih mengalami tekanan, namun dalam tiga hari terakhir mulai menunjukkan penguatan. Bahkan, pada hari ini rupiah berada di kisaran Rp 16.700 per dolar AS.

Ia juga menyinggung gejolak pasar yang sempat terjadi dua hari sebelumnya, menyusul rilis laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang bertepatan dengan dinamika di negara tetangga, sehingga menimbulkan kebingungan di pasar keuangan.

Meski demikian, Destry menilai komunikasi yang tegas dan konsisten dari pemerintah serta regulator berhasil memulihkan kepercayaan pelaku pasar.