MAHATVA.ID – Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. SKK Migas bersama Pertamina EP berhasil menghidupkan kembali sumur idle LBK-29 di Lapangan Prabumulih, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan produksi nasional melalui optimalisasi sumur tidak aktif.
Sumur LBK-29 sebelumnya dalam kondisi shut-in karena tidak lagi mampu mengalir secara alami (natural flow). Tercatat, produksi terakhir sebelum berhenti hanya sebesar 205 BOPD (barrel oil per day).
Program well intervention dilakukan mulai 19 Maret 2026 dan selesai pada 24 Maret 2026. Pekerjaan ini menggunakan Rig PDSI#24.1 (400 HP) dengan durasi pengerjaan hanya enam hari.
Langkah teknis yang dilakukan berupa pemasangan Electric Submersible Pump (ESP) pada lapisan TAF-J2 di kedalaman 2023–2026 meter (mMD), guna mendorong kembali aliran minyak ke permukaan.
Hasil uji produksi pasca intervensi menunjukkan peningkatan signifikan. Sumur LBK-29 kini mencatatkan laju alir awal sebesar 420 BOPD, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding produksi terakhir sebelum berhenti.
Dari sisi anggaran, kegiatan ini juga menunjukkan kinerja efisien. Total biaya yang dikeluarkan sebesar USD 82.824 atau sekitar 99% dari rencana anggaran USD 83.432 yang telah disetujui oleh SKK Migas.
Keberhasilan reaktivasi sumur LBK-29 diharapkan mampu memperkuat profil produksi minyak di wilayah kerja Pertamina EP Zona 4 Prabumulih Field. Selain itu, langkah ini menjadi strategi penting dalam mendukung target lifting minyak nasional.
SKK Migas dan Pertamina optimistis produksi sumur ini dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa kendala teknis seperti water coning.




