MAHATVA.ID – Kabar baik datang dari sektor hulu migas nasional. PT Pertamina EP Asset 2 (PHR Region 1 Zona 4) berhasil mencatatkan hasil positif dari pengeboran sumur pengembangan KRG-038 dengan capaian produksi awal (initial production) sebesar 133 barel minyak per hari (BOPD).

Pengeboran sumur ini merupakan pengembangan dari sumur KRG-PE2 yang ditajak pada 7 Februari 2026. Per tanggal 10 Maret 2026, tim operasi mulai melakukan uji produksi pada beberapa lapisan produktif, yakni TAF-C3, TAF-D1, dan TAF-D2.

Secara geografis, struktur Karangan berada sekitar 20 kilometer di tenggara Prabumulih, yang dikenal sebagai salah satu wilayah strategis penghasil minyak di Sumatera Selatan.

Target utama pengeboran difokuskan pada lapisan TAF-C3, dengan dukungan tambahan dari lapisan TAF-D1 dan TAF-D2 yang turut memberikan kontribusi terhadap produksi awal sumur tersebut.

Dari sisi teknis, pengeboran dilakukan secara directional drilling tipe J menggunakan Rig ACS#21 berkapasitas 750 HP. Sumur ini mencapai kedalaman akhir 1.640 meter measured depth (mMD) dengan tiga trayek pengeboran.

Meski waktu pengerjaan mencapai 31 hari—sedikit lebih lama dari rencana awal 27,4 hari—hasil yang diperoleh dinilai cukup menggembirakan. Dari sisi efisiensi biaya, total investasi yang telah dikeluarkan tercatat sebesar USD 3,68 juta, atau sekitar 85,01 persen dari anggaran AFE yang telah disetujui oleh SKK Migas.

Ke depan, operasi akan difokuskan pada optimalisasi uji produksi guna menjaga kualitas reservoir dan memastikan keberlanjutan produksi.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan lifting migas nasional, sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.