MAHATVA.ID – Sebuah video yang mengklaim pelatih lumba-lumba bernama Jessica Radcliffe tewas akibat serangan paus orca viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Konten tersebut tersebar luas di TikTok, Instagram, Facebook, dan berbagai grup percakapan, memicu kepanikan dan rasa ngeri di kalangan warganet.

Faktanya, informasi tersebut adalah hoaks. Tidak ada pelatih bernama Jessica Radcliffe, dan tidak pernah terjadi peristiwa tragis sebagaimana diceritakan dalam video. Analisis forensik digital mengungkap bahwa video itu merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI/artificial intelligence).

Pakar kelautan menjelaskan, paus orca (killer whale) memang merupakan predator puncak laut, namun tidak memangsa manusia di habitat alaminya. Mangsa mereka umumnya terdiri dari ikan, anjing laut, singa laut, dan paus berukuran kecil. “Tidak ada catatan paus orca secara sengaja berburu manusia di alam liar. Interaksi yang terjadi biasanya hanya karena rasa ingin tahu,” jelas sumber dari Naturaliste Charters dan Live Science.

Sejumlah insiden penyerangan oleh orca terhadap pelatih memang pernah terjadi di penangkaran. Namun, menurut para ahli, hal itu dipicu oleh stres, keterbatasan ruang gerak, dan kondisi hidup yang tidak alami, bukan naluri berburu.

Tim forensik digital menemukan beberapa kejanggalan pada video hoaks tersebut, seperti gerakan air yang tidak realistis, audio datar tanpa variasi alami, serta detail visual yang terlihat janggal. Fenomena ini dinilai sebagai bukti bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk membuat narasi sensasional yang tampak meyakinkan namun tidak berdasar.

Peneliti Coltan Scrivner dalam bukunya Morbidly Curious menyebutkan, cerita tragis seperti serangan paus orca memicu respons “fight-or-flight” pada otak manusia, sehingga mudah menyita perhatian publik. Algoritma media sosial yang cenderung mendorong konten sensasional turut mempercepat penyebaran misinformasi.

Kasus hoaks Jessica Radcliffe menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi dan tepercaya sebelum mempercayai atau membagikannya.