Bogor, MAHATVA.ID – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar, Ilham Permana, menyoroti dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas industri semen di wilayah Klapanunggal, Kabupaten Bogor, khususnya terkait kerusakan lingkungan dan kemacetan lalu lintas yang semakin parah.
Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Semen Indonesia Persero (SIG) Tbk, Ilham menyampaikan bahwa eksploitasi gunung kapur secara masif telah mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan hidup dan turut berkontribusi terhadap kenaikan suhu lokal.
“Gunung kapur kita terus terkikis habis. Ini berpengaruh terhadap peningkatan panas di wilayah Bogor. Salah satu kontributor utamanya adalah aktivitas pertambangan yang tak terkendali,” ungkap Ilham.
Ilham juga menyoroti persoalan kemacetan parah di jalur sekitar kawasan industri Klapanunggal yang terjadi setiap hari, terutama pada pukul 12 siang hingga 6 sore.
Kemacetan ini menurutnya menjadi beban baru bagi masyarakat sekitar yang aktivitas hariannya terganggu.
“Setiap siang sampai sore di sini macet total. Ini harus jadi perhatian semua pihak, terutama untuk memenuhi standar keberlanjutan dan etika industri,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ilham juga menyinggung perlunya mencari alternatif solusi jangka panjang terhadap over capacity produksi di sektor industri tertentu, termasuk sektor peternakan.
Ia mencontohkan bahwa produksi yang berlebih seperti di sektor peternakan sapi bisa diarahkan untuk menembus pasar ekspor, ketimbang terus menambah beban domestik.
“Kita harus mulai menjajaki pasar ekspor, tidak hanya di sektor tambang atau semen, tapi juga di sektor-sektor lain seperti peternakan. Produksi berlebih kalau tidak diarahkan bisa jadi masalah baru,” tambahnya.




