MAHATVA.ID – Pemerintah Iran membantah tuduhan bahwa mereka menargetkan pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris di Samudra Hindia. Bantahan tersebut disampaikan melalui laporan Al Jazeera yang mengutip pernyataan seorang pejabat senior Iran.

Pangkalan militer yang dimaksud berada di Pulau Diego Garcia, bagian dari Kepulauan Chagos, yang dikenal sebagai salah satu instalasi strategis militer Barat. Sebelumnya, muncul laporan bahwa dua rudal balistik ditembakkan ke arah fasilitas tersebut pada Jumat pagi waktu setempat. Namun, tidak ada rudal yang mengenai target.

Pangkalan Diego Garcia diketahui menampung sekitar 2.500 personel, mayoritas berasal dari Amerika Serikat. Washington bahkan menyebut fasilitas ini sebagai “platform yang hampir tak tergantikan” untuk mendukung operasi militer di kawasan Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Afrika Timur.

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, mengecam insiden tersebut dan menyebutnya sebagai “ancaman Iran yang sembrono”. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Inggris tidak akan terlibat dalam operasi ofensif dan hanya akan memberikan dukungan defensif.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran juga dilaporkan telah melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Selain itu, drone Iran disebut diarahkan ke pangkalan udara Akrotiri milik Inggris di Siprus selatan, yang mengakibatkan kerusakan ringan.

Pemerintah Inggris melalui Downing Street menyatakan telah mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer di wilayahnya untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Namun, Perdana Menteri Keir Starmer menolak permintaan Presiden Donald Trump untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.

Donald Trump menilai Inggris seharusnya bertindak lebih cepat dalam merespons situasi tersebut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, justru menuduh Keir Starmer telah membahayakan keselamatan warga Inggris melalui kebijakan yang diambil.

Situasi ini memperlihatkan eskalasi ketegangan geopolitik yang semakin kompleks, terutama di kawasan strategis yang melibatkan kepentingan militer global. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi independen terkait kebenaran laporan serangan rudal tersebut.