Bogor, MAHATVA.ID – Dinas Sosial Kabupaten Bogor memberikan klarifikasi terkait pernyataan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang menyebut Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin terbesar di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Bogor Farid Ma’ruf menilai wajar jika angka kemiskinan secara jumlah berada di posisi tertinggi, mengingat Kabupaten Bogor merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar secara nasional.

“Tertinggi wajar, karena kan penduduknya juga kabupaten terbanyak,” ujar Farid, Kamis (20/11/2025).

Meski demikian, Farid menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tidak tinggal diam dan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan melalui program kolaboratif lintas sektor.

Farid menjelaskan bahwa Pemkab Bogor bersama masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Pusat, hingga pihak filantropi bekerja secara terintegrasi untuk menangani persoalan kemiskinan.

Salah satu langkah yang sedang dijalankan adalah pelatihan pembuatan tali dari pelepah pisang, yang baru saja diberikan kepada 200 warga kategori desil 1 di wilayah Tanjungsari.

“Nanti talinya itu bisa dibikin, sudah ada penampungnya, sudah ada perusahaan yang untuk beli. Dilatih kemarin 200 orang yang kita data masuk desil 1,” jelas Farid.

Program ini dirancang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menjamin pemasaran produk sehingga warga bisa merasakan dampak ekonomi secara langsung.

Farid mengatakan bahwa upaya pengentasan kemiskinan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan besarnya jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai lebih dari 5 juta jiwa.