Bogor, MAHATVA.ID – Kasus penyakit Chikungunya mulai menunjukkan peningkatan di wilayah Kabupaten Bogor. Sejumlah warga Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, dilaporkan terserang penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor bergerak cepat melakukan langkah antisipatif dengan deteksi dini, rapid test Chikungunya, serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan rapid test Chikungunya untuk memastikan kasus yang muncul di masyarakat.
“Kalau memang hasil rapid positif, kami akan segera melakukan fogging fokus di wilayah tersebut. Namun sebelumnya, masyarakat perlu melakukan PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk terlebih dahulu,” ujar Fusia kepada wartawan belum lama ini.
Menurut Fusia, pemeriksaan rapid test dilakukan secara selektif kepada warga yang menunjukkan gejala mengarah ke Chikungunya, seperti demam tinggi disertai nyeri sendi dan otot.
“Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kecenderungan Chikungunya, Dinas Kesehatan akan menindaklanjuti dengan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk memastikan ada atau tidaknya jentik nyamuk Aedes aegypti di lingkungan sekitar,” paparnya.
Lebih lanjut, Fusia menegaskan bahwa langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit ini adalah dengan gerakan PSN secara mandiri melalui 3M Plus, yakni:
- Menguras tempat penampungan air,
- Menutup wadah air agar tidak menjadi sarang nyamuk,
- Mengubur barang bekas yang dapat menampung air,
- Plus menggunakan lotion antinyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan rumah serta sekitarnya.
“Perindukan nyamuk Aedes aegypti biasanya berada di air bersih dan bening seperti di talang air, dispenser, atau wadah bekas di kebun. Karena itu, PSN harus dilakukan menyeluruh, tidak hanya di dalam rumah tapi juga di lingkungan sekitar,” tegasnya.


