Surabaya, MAHATVA.ID — Euforia Piala Dunia selalu berhasil menyatukan miliaran pasang mata di seluruh penjuru dunia, melampaui batas bahasa, budaya, dan geografis. Turnamen sepak bola terbesar sejagat ini bukan sekadar kompetisi, melainkan peristiwa global yang menghadirkan kegairahan kolektif—setiap gol, selebrasi, hingga drama di lapangan hijau menjelma menjadi percakapan dunia.
Menyambut Piala Dunia 2026 Dunia 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur untuk memperkuat sinergi dengan lembaga penyiaran dan pemerintah daerah demi menyukseskan kick-off penyiaran yang dijadwalkan mulai 1 Februari 2026.
“Pesan saya sinergi, sinergi, sinergi, utamanya di kabupaten/kota,” ujar Khofifah di Surabaya, Rabu (28/1).
Khofifah menegaskan, keutamaan pemegang hak siar Piala Dunia terletak pada tanggung jawab besar dalam mendistribusikan tontonan kelas dunia secara merata, legal, dan berkualitas kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pada Piala Dunia 2026, hak siar nasional dipercayakan kepada TVRI sebagai media milik pemerintah.
Menurutnya, TVRI memiliki peran strategis untuk memastikan tayangan Piala Dunia dapat dinikmati hingga ke pelosok daerah, sekaligus menjadi garda terdepan dalam memerangi praktik penyiaran ilegal (illegal streaming) yang merugikan negara, industri penyiaran, dan masyarakat.
Karena itu, sinergi kuat antara pemegang hak siar, pemerintah daerah, dan KPID menjadi sangat krusial. Kolaborasi ini tidak hanya berfungsi sebagai jembatan koordinasi regulasi, tetapi juga untuk meminimalisasi kendala teknis seperti gangguan sinyal, keterbatasan infrastruktur, hingga potensi pemadaman listrik saat pertandingan berlangsung.
Lebih jauh, Khofifah menilai momentum Piala Dunia 2026 dapat dimaksimalkan sebagai penggerak ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui nonton bareng, kegiatan kreatif, dan promosi produk lokal.
Ia juga berharap lembaga penyiaran mampu menunjukkan profesionalisme dengan menghadirkan tayangan yang informatif, menghibur, dan edukatif. Informatif melalui analisis pertandingan yang mendalam dan data statistik akurat; menghibur lewat kemasan siaran yang atraktif; serta edukatif dengan menanamkan nilai sportivitas, kerja keras, dan pemahaman lintas budaya negara peserta.
Khofifah optimistis, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, KPID Jatim, TVRI, serta pemerintah kabupaten/kota akan membuat penyiaran Piala Dunia 2026 berjalan kondusif, tertib, dan penuh kegembiraan. Semangat gotong royong ini, menurutnya, menjadi kunci agar Jawa Timur tetap menjadi barometer nasional dalam penyelenggaraan penyiaran publik yang berkualitas.




