Bogor, MAHATVA.ID – Mahasiswa Universitas Pancasila yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar serangkaian kegiatan bertema pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berbasis digital di Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Berlangsung di wilayah Dusun 1, RW 1, RT 1–4, kegiatan ini mencakup edukasi pengelolaan sampah, pertanian terbatas, daur ulang, hingga pelatihan pembuatan konten digital. Kegiatan ini bertujuan menciptakan masyarakat yang peduli lingkungan sekaligus adaptif terhadap teknologi.

Salah satu program utama adalah pemberian Drop Box untuk pemilahan sampah organik dan anorganik. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan sistem Tumpang Sari, yaitu metode bercocok tanam dua atau lebih jenis tanaman dalam satu media tanam, yang sangat cocok untuk lahan sempit.

Warga juga diajak memahami gaya hidup ramah lingkungan lewat kegiatan Sosialisasi Ecogreen, yang menekankan pentingnya kebiasaan hijau dalam kehidupan sehari-hari.

Tak hanya untuk orang dewasa, edukasi lingkungan juga menyasar anak-anak. Di RA Al Mughni, mahasiswa mengadakan edukasi jenis-jenis sampah dan praktik langsung ecoprint — membuat karya seni dari daun dan bunga kering.

Kegiatan berlanjut dengan daur ulang galon plastik bekas menjadi pot tanaman yang kemudian digunakan untuk penataan lingkungan di sepanjang Jalan Abdul Ghani. Pot-pot hasil daur ulang tersebut ditata rapi, memberikan kesan asri sekaligus mempercantik jalan desa.

Dalam bidang teknologi, mahasiswa Universitas Pancasila juga memberikan pelatihan pembuatan konten YouTube hanya dengan handphone. Pelatihan ini mencakup teknik pengambilan gambar, pencahayaan, sudut pengambilan (angle), hingga editing video dasar.

“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan teknologi yang dimiliki untuk kegiatan produktif dan kreatif, bahkan berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan,” ungkap Ayu Chaterin salah satu mahasiswa peserta KKN.

Melalui program ini, mahasiswa Universitas Pancasila berupaya mewujudkan pengabdian nyata kepada masyarakat, mendorong warga untuk lebih peduli pada lingkungan dan melek teknologi. Kegiatan KKN ini menjadi contoh baik sinergi antara pendidikan tinggi dan pembangunan masyarakat desa.