MAHATVA.ID -Kepala Desa Adodo Fordata, Kecamatan Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, memberikan penjelasan resmi pascainsiden perkelahian antar pemuda yang terjadi pada 1 Januari 2026. 

Langkah yang diambil saat kejadian merupakan bagian dari upaya pencegahan konflik sejak dini, meski kemudian memunculkan beragam persepsi di ruang publik. 

Penjelasan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026) pukul 18.45 WIT. Sekaligus meluruskan informasi yang berkembang serta menggarisbawahi komitmen pemerintah desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Fordata.

Kronologi Insiden Antar Pemuda di Adodo Fordata

Berdasarkan penjelasan Kepala Desa Adodo Fordata, peristiwa bermula saat sekelompok pemuda dan pemudi dari Desa Romean datang ke Desa Adodo Fordata untuk bersilaturahmi dengan rekan dan sahabat. Situasi awal berlangsung kondusif hingga rombongan bersiap kembali ke desa asal.

Namun, di perjalanan pulang, rombongan pemuda Romean berpapasan dengan sekelompok Angkatan Muda Gereja (AMG) Jemaat GPM Adodo Fordata yang saat itu berada dalam pengaruh minuman keras, sehingga kondisi menjadi sulit dikendalikan.

Dalam situasi tersebut, terjadi senggolan sepeda motor antara salah satu pemuda Romean dengan seorang warga Adodo Fordata bernama Glen Fatforak.

“Yang bersangkutan sudah menyampaikan permohonan maaf, dan sempat dianggap selesai,” jelas Kepala Desa.

Situasi Memanas, Kepala Desa Ambil Tindakan Tegas