Bogor, MAHATVA.ID– Memasuki hari kedua pelaksanaan kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong kembali dipadati keluarga Warga Binaan, Minggu (22/03/2026). Antusiasme masyarakat untuk bersilaturahmi dengan keluarga tercinta masih tinggi, namun tetap berlangsung tertib, aman, dan penuh kehangatan.
Sejak pagi hari, arus kedatangan pengunjung mulai memadati area layanan kunjungan. Petugas lapas sigap mengatur alur masuk serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Suasana haru, tawa, dan kebahagiaan terlihat mewarnai momen pertemuan keluarga di hari raya tersebut.
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan selama periode kunjungan Idul Fitri berlangsung.
“Kami memastikan seluruh rangkaian kunjungan berjalan dengan baik, mulai dari aspek pengamanan, kenyamanan, hingga pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi dari hari sebelumnya kami lakukan agar pelaksanaan hari kedua ini semakin optimal,” ujarnya.
Menurutnya, kunjungan Idul Fitri bukan sekadar agenda tahunan, tetapi memiliki makna penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Kehadiran keluarga dinilai mampu memberikan semangat, harapan, dan motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Salah satu pengunjung, Nova Fitriana (25), mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan petugas.
“Walaupun ramai, semuanya tertata dengan baik. Kami merasa nyaman dan tidak kesulitan selama proses kunjungan. Yang terpenting bisa bertemu keluarga di hari Lebaran seperti ini,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pihak lapas membagi jadwal kunjungan menjadi dua sesi, yakni pukul 09.00–12.00 WIB dan 13.00–15.00 WIB. Pengaturan ini dilakukan guna memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pengunjung.
Kunjungan hari kedua ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan di Hari Raya Idul Fitri tetap terjaga, meskipun dalam keterbatasan. Interaksi hangat antara Warga Binaan dan keluarga menghadirkan harapan baru dalam menjalani masa pembinaan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya peran keluarga dalam proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.




