CIBINONG, MAHATVA.ID – Lapas Cibinong terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang memberikan harapan dan ketenangan bagi warga binaannya. Salah satunya melalui pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Nasrani lewat ibadah rutin di Gereja Oikoumene Terang Dunia, Sabtu (30/8/2025).

Ibadah dipimpin oleh Pendeta Inge bersama mitra pelayanan dari Gereja GOSYEN. Rangkaian ibadah meliputi pujian, penyembahan, dan sesi motivasi rohani yang mengajak warga binaan untuk memiliki semangat hidup serta pertobatan selama menjalani masa pidana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan rohani dan kepribadian yang rutin dilaksanakan Lapas Cibinong guna membentuk karakter warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan pentingnya pembinaan spiritual sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.

“Lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga wadah pembinaan. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk bertumbuh secara spiritual, membangun kesadaran, dan menata kembali kehidupannya dengan lebih baik,” ujarnya.

Dalam khotbahnya, Pendeta Inge menyampaikan pesan Alkitab dari Galatia 5:1: “Kristus telah memerdekakan kita karena kemerdekaan. Karena itu berdirilah teguh dan jangan lagi tunduk pada kuk perbudakan.”

Salah satu warga binaan berinisial RS mengungkapkan rasa syukur setelah mengikuti ibadah.

"Saya merasa dikuatkan dan lebih tenang setelah mengikuti ibadah ini. Firman Tuhan yang disampaikan membuat saya percaya bahwa saya masih punya kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Melalui pembinaan rohani yang konsisten, Lapas Cibinong berharap warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan penuh kesadaran, introspeksi diri, serta kesiapan untuk kembali berkontribusi positif di masyarakat.