Bogor, MAHATVA.ID – Semangat untuk terus belajar tak pernah padam meski berada di balik tembok pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas diri warga binaan melalui kegiatan pembelajaran Program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai bentuk pemenuhan hak atas pendidikan selama menjalani masa pidana, Senin (9/2/2026).

Berlokasi di Ruang PKBM Lapas Cibinong, kegiatan pembelajaran ini terlaksana berkat kerja sama dengan Yayasan Bina Insan Mandiri (MASTER) Depok. Pada kesempatan tersebut, Tutor Erica membawakan materi Ekonomi yang disusun secara sistematis, mulai dari konsep dasar hingga penerapan praktis yang dapat dimanfaatkan warga binaan dalam kehidupan ke depan.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan di dalam lapas.

“Pendidikan adalah hak setiap warga binaan dan menjadi salah satu pilar utama dalam pembinaan kepribadian. Melalui program PKBM ini, kami berharap warga binaan dapat meningkatkan pengetahuan, membangun pola pikir positif, serta memiliki kesiapan untuk kembali dan berperan aktif di masyarakat setelah bebas nanti,” ujarnya.

Suasana pembelajaran berlangsung kondusif dan penuh antusiasme. Para warga binaan terlihat aktif mengikuti materi, berdiskusi, serta mengajukan pertanyaan. Hal tersebut mencerminkan tingginya minat belajar sekaligus kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai sarana perubahan dan peningkatan kualitas hidup.

Tutor Erica menyampaikan bahwa materi ekonomi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.

“Materi pembelajaran dirancang agar mudah dipahami dan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, baik selama mengikuti pembelajaran maupun sebagai bekal dalam menjalani kehidupan ke depannya,” jelasnya.

Salah satu warga binaan peserta kegiatan juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pembelajaran tersebut.

“Kami sangat bersyukur masih diberikan kesempatan untuk belajar walaupun sedang menjalani masa pidana. Kegiatan seperti ini membuat kami merasa dihargai dan memberi harapan untuk memperbaiki diri serta memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.