Jakarta, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan kemandirian warga binaan dengan turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Imipas Run 2025 yang digelar dalam momentum Hari Bakti Kemenimipas Ke-1, Minggu (16/11/2025). Ajang lari tahunan ini menjadi magnet bagi masyarakat, komunitas olahraga, dan pelaku UMKM lokal.
Dalam kegiatan yang berlangsung meriah tersebut, Lapas Cibinong menghadirkan pameran produk unggulan karya warga binaan, mulai dari Roti Prabudana, berbagai olahan kuliner, kerajinan tangan, batik, hingga produk kreatif lain dari program pembinaan kemandirian. Stand pameran Lapas Cibinong bahkan menjadi salah satu titik yang paling banyak dikunjungi peserta dan pengunjung.
Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam Imipas Run 2025 merupakan langkah penting untuk memperluas pemahaman publik mengenai program pembinaan di lapas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk berkarya dan kembali produktif di tengah masyarakat. Melalui Imipas Run 2025, kami membuka kesempatan bagi publik untuk melihat langsung kualitas dan dedikasi mereka,” ujarnya.
Wisnu menambahkan bahwa dirinya merasa bangga ketika hasil karya warga binaan diapresiasi dan diterima masyarakat. Hal tersebut, menurutnya, menjadi dorongan kuat bagi mereka untuk terus berkarya dan mempersiapkan diri menjalani reintegrasi sosial dengan percaya diri.
Antusiasme pengunjung terlihat jelas dari tingginya minat terhadap produk yang dipamerkan. Banyak peserta Imipas Run 2025 mengungkapkan kekaguman atas kreativitas warga binaan, bahkan beberapa produk ludes terjual dalam hitungan jam.
Salah satu pengunjung, Dedi (32), mengaku terkesan dengan kualitas produk yang ditampilkan.
“Saya tidak menyangka kualitas produknya sebagus ini. Rotinya enak, kerajinannya rapi, dan batiknya juga menarik. Ini bukti bahwa pembinaan di dalam lapas bisa menghasilkan karya yang membanggakan,” ujarnya.
Partisipasi Lapas Cibinong dalam event ini juga menjadi bagian dari penguatan program Pemasyarakatan Produktif, di mana karya warga binaan tidak hanya berfungsi sebagai media pembinaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi mereka dan keluarga.




