MAHATVA.ID - Kota Bogor berhasil mencatatkan pengurangan volume sampah harian sebesar 20 persen melalui penguatan program Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bogor untuk mempertahankan penghargaan Adipura dan mewujudkan kota yang bersih serta berkelanjutan.
Walikota Bogor, Dedie Rachim menyampaikan bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam menekan volume sampah yang saat ini mencapai sekitar 800 ton per hari.
Dedie juga mengungkapkan bahwa hingga kini Kota Bogor telah memiliki 30 unit TPS 3R aktif. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta di berbagai wilayah berhasil menurunkan volume sampah hingga lebih dari 20 persen.
"Di Kota Bogor ada 30 TPS 3R, tetapi tidak semuanya punya semangat dan bentuk kolaborasi warga seperti di Katulampa ini. Ini tadi yang saya sampaikan dalam sambutan, ayo kita tularkan semangat ini ke wilayah lain. Modalnya sudah ada, tinggal mengoptimalkan," ujar Dedie Rachim.
Meskipun capaian ini dinilai positif, Dedie menegaskan bahwa Kota Bogor masih membutuhkan inovasi berkelanjutan dan penguatan sinergi di seluruh wilayah. Hal ini penting untuk meningkatkan upaya pengurangan sampah dan mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Kota Bogor juga tengah merencanakan pembangunan fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant. Instalasi ini berfungsi untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif, sehingga mendukung pengelolaan sampah modern dan ramah lingkungan.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Bogor optimistis dapat mempertahankan Adipura sekaligus mempercepat terciptanya kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.




