Bogor, MAHATVA.ID — Polres Bogor melalui Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriyatna mengonfirmasi lima orang penambang liar (gurandil) meninggal dunia di dalam lubang atau gua emas akibat diduga keracunan gas beracun yang mengandung karbon dioksida (CO2).

Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Antam Tbk UPBE Pongkor, tepatnya di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Dari total lima korban tewas, dua orang merupakan warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, yang telah dievakuasi pada pekan lalu. Sementara tiga korban lainnya berasal dari Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, dan dievakuasi pada Minggu pagi dan malam.

“Total sudah lima orang yang meninggal dunia di lubang atau gua emas. Dua warga Desa Malasari dievakuasi pekan lalu dan tiga warga Desa Urug dievakuasi pada Minggu pagi dan malam,” ujar AKP Ucup Supriyatna kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Diduga Masih Ada Korban Lain

AKP Ucup mengungkapkan, pihak kepolisian menduga masih terdapat korban lainnya yang terjebak di dalam gua tambang ilegal tersebut. Namun, hingga kini jumlah pasti korban belum dapat dipastikan karena tidak adanya laporan warga kehilangan anggota keluarga.

Informasi lain diperoleh dari hasil peninjauan lokasi oleh Anggota DPR RI Adian Napitupulu bersama Anggota DPRD Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat, yang menyebutkan bahwa diduga terdapat enam warga Desa Urug, Sukajaya berada di dalam lubang atau gua emas tersebut.

Meski demikian, keluarga korban yang belum dievakuasi juga belum melapor ke Pos Siaga yang telah dibuka oleh aparat kepolisian.

“Kami sudah membuka Posko Siaga. Dua warga Desa Malasari yang meninggal itu justru kami yang mendatangi keluarganya. Sampai sekarang, belum ada laporan dari warga Leuwiliang, Nanggung, Sukajaya, maupun Cigudeg terkait anggota keluarga yang berada di lokasi kejadian,” tuturnya.