JAKARTA, MAHATVA.ID – Inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dari Indonesia kembali mendapat sorotan di tingkat global. Tim Labmino dari Universitas Indonesia berhasil mengembangkan RunSight, kacamata pintar berbasis AI yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari dengan lebih aman dan mandiri.
Inovasi tersebut membuat tim Labmino terpilih sebagai Global Ambassador dalam program Samsung Solve for Tomorrow (SFT), sebuah inisiatif dari Samsung Electronics yang bertujuan mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan berbagai tantangan sosial.

Teknologi AI untuk Membantu Pelari Tunanetra
RunSight merupakan perangkat wearable berbentuk kacamata pintar yang memanfaatkan teknologi computer vision dan kecerdasan buatan untuk membantu pelari tunanetra tetap berada di lintasan secara aman.
Perangkat ini dilengkapi kamera RGB yang berfungsi menangkap kondisi lintasan di depan pengguna. Data visual tersebut kemudian diproses oleh sistem AI yang mampu:
Mengenali garis lintasan
Mendeteksi objek di sekitar pelari
Memberikan instruksi navigasi secara real-time
Instruksi tersebut disampaikan dalam bentuk audio sehingga pengguna dapat mengetahui arah lari, posisi di lintasan, serta potensi hambatan yang berada di depan mereka.




