MAHATVA.ID -Paus Leo XIV mendesak perang di Iran yang dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel segera dihentikan sebelum Hari Raya Paskah, Minggu (5/4/2026).
Seruan ini disampaikan di Castel Gandolfo setelah Paus menerima informasi rencana Donald Trump untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Perang yang kini memasuki pekan kelima itu telah menewaskan ribuan orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi. Situasi kemanusiaan memburuk, sementara eskalasi militer terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
“Saya berharap Presiden Trump benar-benar mencari jalan keluar,” ujar Paus, menekankan pentingnya penghentian kekerasan dan pengeboman yang dinilai hanya memperdalam kebencian global. Sebagaimana dilangsir dari Associated Press, Rabu (1/2/2026)
Sebelumnya, Trump menyatakan Amerika Serikat mampu mengakhiri perang dalam dua hingga tiga pekan dan berencana menarik pasukan dari kawasan. Namun di saat bersamaan, Washington justru memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah. kontradiksi yang memperbesar ketidakpastian arah konflik.
Paus Leo XIV kembali menyerukan seluruh pemimpin dunia untuk meninggalkan pendekatan militer dan kembali ke meja dialog.
Paus menyampaikan, momentum Paskah seharusnya menjadi titik balik untuk rekonsiliasi, bukan justru dibayangi penderitaan dan kematian, termasuk korban anak-anak.
Dalam pesan moralnya, Paus menegaskan agama tidak boleh dijadikan legitimasi kekerasan.
“Tuhan tidak mendengarkan doa mereka yang mengobarkan perang,” pesannya, mengingatkan bahwa nilai spiritual harus berdiri di atas kepentingan konflik bersenjata.

