MAHATVA.ID -Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) melalui Dinas Pariwisata menggelar Ekspose Laporan Pendahuluan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) di ruang rapat Sekretariat Daerah, Rabu (17/9/2025).pukul 10:00 WIT.
Kegiatan strategis ini dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta dihadiri Plt Kepala Dinas Pariwisata Drs. Emanuel J.F. Unmehopa, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan SDM, perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Seperti diketahui bahwa, Pelaksanaan ekspose RIPPARDA berlandaskan UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, RIPPARNAS, serta RIPPARDA Provinsi Maluku. Forum ini menjadi wadah konsultatif dan koordinatif dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan pariwisata berkelanjutan di Tanimbar.
“Aspek perencanaan pariwisata harus berlandaskan regulasi, disinergikan dengan potensi lokal, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Melalui RIPPARDA, Pemerintah Daerah berkomitmen meneguhkan arah pembangunan pariwisata yang terukur, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Emanuel J.F. Unmehopa dalam keterangannya.
Sebanyak 12 OPD terlibat dalam forum, di antaranya Dinas Cipta Karya, Bina Marga, Perindagnaker, Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanian, Perikanan, Kominfo, Perhubungan, Penanaman Modal dan PTSP, serta BAPPEDA. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam memastikan pariwisata Tanimbar berkembang sesuai arah kebijakan daerah dan nasional.
Dengan adanya forum ini, Pemkab Tanimbar menegaskan bahwa dokumen RIPPARDA akan menjadi pedoman utama dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian pembangunan kepariwisataan. Dokumen tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara inklusif.
Dalam hal ini juga, Pemerintah menargetkan agar pariwisata Tanimbar tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi pilar pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek budaya, sosial, dan ekologi. Melalui RIPPARDA, Tanimbar diproyeksikan sebagai destinasi unggulan yang mampu memberikan nilai tambah dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.




