AMBON, MAHATVA.ID -Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Prof. Dr. J. Chr. Ruhulessin, M.Si, menekankan langkah cepat pihak kampus dalam menangani dan meredam insiden yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik UKIM, yang terjadi pada awal pekan ini.

Saat ditemui wartawan di Kampus UKIM, Talake, Ambon, Kamis (6 November 2025), Prof. Ruhulessin menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah ditangani melalui pendekatan kemahasiswaan dan rekonsiliasi internal yang melibatkan unsur pimpinan fakultas dan aparat keamanan.

“Peristiwa itu sebenarnya sudah terjadi dua hari lalu, hanya kemarin puncaknya. Saya langsung ambil alih dan melibatkan pihak keamanan agar tidak berimplikasi lebih jauh,” ujar Prof. Ruhulessin.

Ia menjelaskan, pihak kampus bersama dosen dan kepolisian telah membangun komunikasi persaudaraan antarmahasiswa untuk memastikan situasi tetap kondusif dan terkendali.

Sebagai langkah pencegahan, Prof. Ruhulessin menetapkan pembatasan aktivitas kuliah malam hingga pukul 18.00 WIT selama satu minggu ke depan.

“Ini bagian dari proses cooling down agar suasana benar-benar pulih,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia meminta para dekan di setiap fakultas untuk meningkatkan tanggung jawab terhadap dinamika kemahasiswaan di lingkungan masing-masing.

Selain fokus pada keamanan kampus, Prof. Ruhulessin juga menekankan pentingnya rekonsiliasi moral dan tanggung jawab bersama sebagai karakter utama UKIM yang berlandaskan iman, etika, dan nilai-nilai perdamaian.

“Mahasiswa harus memiliki kepedulian terhadap proses rekonsiliasi dan kedamaian. UKIM harus menjadi lembaga dengan basis moral yang kuat,” tegasnya.