Timika,MAHATVA.ID -Aparat dari Kepolisian Sektor Mimika Baru mengamankan tujuh pelajar yang diduga terlibat aksi tawuran di kawasan Jalan Budi Utomo, Timika, Papua Tengah, Sabtu (7/3/2026). Polisi juga menyita sejumlah senjata rakitan yang diduga akan digunakan dalam bentrokan tersebut.
Tindakan pengamanan dilakukan setelah polisi menerima laporan warga mengenai keributan antar kelompok pelajar di sekitar salah satu sekolah di wilayah tersebut. Petugas yang tiba di lokasi segera membubarkan kerumunan dan mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam peristiwa itu.
Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Teguh Krisandi Fardha, mengatakan seluruh pelajar yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan untuk mengungkap peran masing-masing dalam insiden tersebut.
“Menindaklanjuti aduan masyarakat, kami langsung menuju lokasi di Jalan Budi Utomo. Dari penanganan di lapangan, tujuh orang berhasil diamankan dan kini sedang diperiksa lebih lanjut di Polsek Mimika Baru,” ujar Teguh.
Dalam pengamanan itu, polisi menyita 18 buah panah wayer dan satu buah katapel yang diduga dipersiapkan sebagai alat untuk melakukan penyerangan dalam tawuran. Barang bukti tersebut kini diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Menurut Teguh, pihak kepolisian masih mendalami kronologi dan motif kejadian melalui interogasi terhadap para pelajar yang diamankan, termasuk menelusuri siapa yang membawa serta menyiapkan senjata rakitan tersebut.
4 Anggota BAIS TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
“Untuk sementara kami masih melakukan pendalaman terhadap masing-masing yang diamankan, termasuk peran mereka dalam kejadian ini,” katanya.
Hingga saat ini, polisi belum menerima laporan resmi mengenai korban luka maupun kerugian materiil dari masyarakat sekitar akibat insiden tersebut. Aparat masih membuka kemungkinan adanya laporan dari pihak yang merasa dirugikan.
Dari hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara menyebutkan konflik dipicu persoalan pribadi yang berkaitan dengan masalah perempuan sehingga memicu ketegangan antar kelompok pelajar.




