MAHATVA.ID – Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu minyak dan gas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pertamina Hulu Rokan dalam pengeboran infill drilling di Lapangan Libo Rokan.
Keberhasilan tersebut ditunjukkan melalui hasil uji produksi Sumur Libo SE86, yang mencatatkan produksi minyak sebesar 1.274 barel minyak per hari (BOPD). Angka ini melonjak hingga 13 kali lipat dari target awal yang hanya dipatok sebesar 98 BOPD.
“Alhamdulillah, ini merupakan good news bagi kita semua. Hasil ini menunjukkan potensi besar dari optimalisasi lapangan migas nasional,” ujar Djoko Siswanto dalam pernyataannya.
Kualitas Reservoir Sangat Prospektif
Berdasarkan hasil pengujian, Sumur Libo SE86 memiliki kandungan air (water cut) 0 persen dan gas sebesar 0,16 MMSCFD. Minyak tersebut berada pada lapisan batu pasir Top Menggala di kedalaman 5.680 feet, dengan tingkat permeabilitas batuan mencapai 2,2 Darcy.
Permeabilitas sebesar itu tergolong sangat baik dan menjadi karakteristik khas reservoir batu pasir (sandstone), yang memungkinkan minyak mengalir dengan optimal dan stabil dalam jangka panjang.
“Dengan karakter reservoir seperti ini, kami berharap produksi dapat distabilkan di angka 500 BOPD, atau lima kali lipat dari target awal,” tambahnya.
Inovasi Teknologi Dorong Lonjakan Produksi
Lonjakan produksi Sumur Libo SE86 tidak terlepas dari penerapan sejumlah inovasi teknologi, di antaranya:

