MAHATVA.ID – Gelombang protes mahasiswa memadati gerbang Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Kota pada Selasa (20/1/2026).
Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bogor Bersatu (AMBB) melakukan aksi unjuk rasa guna menuntut transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus dugaan politik uang serta gratifikasi yang melibatkan penyelenggara pemilu dan oknum aparat.
Koordinator Lapangan (Koorlap) Aksi AMBB, Ridho, menegaskan bahwa aksi ini merupakan respon atas indikasi penegakan hukum yang tebang pilih.
Ia menyoroti dugaan aliran dana gratifikasi yang mencuat dalam persidangan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Bawaslu Kabupaten Bogor, Rabu (14/1) lalu.
Dalam orasinya, Ridho menyatakan bahwa prinsip equality before the law atau kedudukan yang sama di hadapan hukum harus ditegakkan tanpa memandang relasi kekuasaan.
Ia menyayangkan jika persoalan pidana serius seperti gratifikasi hanya diselesaikan melalui mekanisme etik.
4 Anggota BAIS TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
"Kami menegaskan komitmen AMBB untuk terus mengawal dan mengawasi penanganan kasus dugaan politik uang serta gratifikasi ini hingga tuntas, tanpa kompromi. Kami tidak akan berhenti menyuarakan persoalan ini sampai seluruh pihak yang terlibat diproses secara adil sesuai hukum yang berlaku," tegas Ridho saat ditemui di sela-sela aksi di depan Mapolresta Bogor Kota, Selasa (20/1).
Lebih lanjut, Ridho memaparkan bahwa pihaknya mendesak penyelidikan mendalam terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan aliran dana sebesar Rp1,5 miliar.
Uang tersebut diduga diberikan oleh pihak berinisial A kepada oknum di lingkungan Polresta Bogor Kota dengan tujuan mengamankan atau menghentikan proses hukum perkara gratifikasi.




