MAHATVA. ID - Warga Sempur akhirnya bersuara keras terkait kemacetan parah yang terus terjadi di sekitar Lapangan Sempur akibat maraknya parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL).
Kondisi semrawut itu disebut membuat arus lalu lintas tersendat setiap akhir pekan dan hari libur, bahkan menyulitkan warga jika ada situasi darurat, seperti warga sakit atau meninggal.
Merasa sudah terlalu lama dibiarkan, warga mengirim surat resmi kepada Wali Kota Bogor. Surat tersebut ditandatangani perwakilan warga, H. Bustomi, serta diketahui Ketua RW 01 Edwin dan Ketua RW 02 Bintang. Isinya jelas, Pemkot diminta segera turun tangan menyelesaikan persoalan yang dianggap mendesak bagi kenyamanan dan keselamatan warga.
Sepertinya surat itu tidak dibiarkan menumpuk di meja birokrasi. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim langsung bereaksi dan disebut sempat geram atas laporan tersebut.
Ia memerintahkan SKPD terkait, termasuk camat dan lurah, untuk segera menggelar pertemuan guna mendengar langsung keluhan warga.
Pertemuan berlangsung di Posyandu RW 01 pada Sabtu (22/11). Hadir di lokasi Kepala Dinas Pemukiman Chusnul R, perwakilan Dishub melalui Kasi Parkir Roy, Camat Bogor Tengah Deri, Lurah Sempur, Satpol PP, Babin Kamtibmas Aiptu Rachmat, serta puluhan warga, RT dan RW. Pihak swasta pengelola gedung parkir juga ikut hadir.
Di forum itu, semua keluhan warga dicatat satu per satu oleh Kadis Pemukiman untuk segera dilaporkan kepada Wali Kota. Chusnul menegaskan terbuka kemungkinan penataan ulang kawasan Sempur demi kepentingan semua pihak.
Sementara itu, Kasi Parkir Roy menyebut salah satu opsi teknis yang dikaji adalah pemasangan penghalang agar kendaraan roda empat dan roda dua tidak lagi bisa parkir di badan jalan.
Dari pihak pengelola parkir swasta, Irwan menyampaikan rencana pembangunan gedung parkir dua lantai (double decker). Menurutnya, hal itu justru akan mengurangi kepadatan parkir dan mendukung upaya penataan kawasan.




