MAHATVA.ID -Malam Kamis (16/10/2025) di Kota Saumlaki berubah mencekam ketika Ivan Melalolin, Kepala Bidang di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, nyaris meregang nyawa setelah ditabrak dan dihantam batu oleh seorang pria tak dikenal. Ironisnya, peristiwa itu terjadi saat ia sedang mengantar pulang seorang oknum dokter berinisial MB, yang diketahui telah bersuami.
Menurut informasi yang dihimpun, Ivan yang sebelumnya tersorot publik karena kasus “PPPK siluman”, menghadiri pesta pernikahan ASN di Saumlaki. Seusai acara, ia dan dokter MB terlihat berdua dalam satu mobil pribadi milik oknum dokter tersebut. Ketika hendak turun di kawasan poros menuju RSUD dr. P. P. Magretti, keduanya dibuntuti seorang pria yang kemudian menabrak Ivan hingga terjadi baku hantam di tempat kejadian.
Benturan keras di kepala dan luka serius membuat pergulatan sengit. Namun, meski menjadi korban serangan fisik, baik Ivan maupun dokter MB justru enggan melanjutkan kasus ini ke ranah kepolisian. Sikap bungkam ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: ada apa yang disembunyikan?
Kendati demikian, sumber terpercaya menyampaikan bahwa oknum dokter dan Ivan Melalolin diketahui memiliki hubungan yang cukup dekat dengan pelaku. Insiden ini diduga terkait konflik personal yang rumit, yang memunculkan dugaan adanya perselingkuhan segi tiga emas. Kasus ini mencerminkan nilai sangat tidak bermoral dan biadab,ungkapnya.
Tak hanya itu, bagi publik Tanimbar, insiden ini tidak sekadar kasus kriminal biasa, tetapi menguak tabir dugaan hubungan terlarang yang melibatkan pejabat tinggi BKPSDM dan Oknum seorang tenaga medis. Ironisnya, Ivan dikenal kerap menegaskan larangan perselingkuhan dalam setiap apel ASN. Kontradiksi antara ucapan dan perbuatan inilah yang kini mencederai kredibilitas birokrasi.
Lebih jauh, moral rapuh seorang pejabat publik berpotensi memengaruhi kebijakan, termasuk dalam proses seleksi dan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Anak-anak adat Tanimbar yang menaruh harapan pada peluang kerja justru terancam dikorbankan oleh perilaku pejabat yang tidak memberi teladan.
4 Anggota BAIS TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
“Bagaimana mungkin masyarakat percaya pada proses seleksi ASN bila pejabat yang mestinya menjadi panutan justru mempertontonkan perilaku tercela? Pemerintah wajib memberikan klarifikasi resmi agar kepercayaan rakyat tidak runtuh,” tegas seorang tokoh masyarakat di Saumlaki, Jumat (17/10/2025).
Hingga berita ini dipublikasikan, Ivan Melalolin maupun dokter MB tidak kunjung memberikan keterangan resmi. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar pun belum bersuara terkait skandal yang menyeret pejabatnya.
Sikap diam birokrasi hanya akan memperkuat dugaan publik bahwa ada sesuatu yang ditutup rapat. Jika pemerintah tetap bungkam, maka yang dikorbankan bukan sekadar nama baik individu, melainkan juga masa depan anak-anak adat Tanimbar yang berhak atas birokrasi yang bersih, transparan, dan berintegritas.




