Jakarta, MAHATVA.ID – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkuat koordinasi partisipasi sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dalam penyaluran bantuan bagi korban bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan, penguatan koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar selaras dengan kebutuhan terkini di posko pengungsian maupun wilayah terdampak bencana.
“Penyaluran bantuan secara kontinyu kita lakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah membantu korban banjir di masa tanggap darurat,” ujar Djoko dalam keterangan bersama Medco Foundation di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan, dengan dukungan berbagai pihak, bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan posko pengungsian serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
Sejalan dengan upaya tersebut, Medco Foundation terus bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di wilayah Sumatera, berkolaborasi dengan SKK Migas dan KKKS yang beroperasi di Sumbagut.
Total bantuan logistik yang disiapkan mencapai 10 ton dengan nilai sekitar Rp1,7 miliar, guna mendukung kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Pada tahap penyaluran ini, bantuan yang disalurkan meliputi 5 ton bahan pangan, 150 paket sandang berupa selimut, handuk, dan pakaian, 90 paket perlengkapan ibadah, 60 unit kompor gas, 130 tabung LPG beserta peralatan dapur, serta 1.500 jeriken.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh logistik dapat menjangkau titik-titik terdampak secara tepat sasaran.
Medco Foundation mulai mendistribusikan bantuan langsung ke lokasi bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, sejak Kamis (25/12/2025). Untuk wilayah Aceh, total bantuan yang disalurkan bernilai Rp1 miliar dan telah diserahkan kepada warga terdampak di sejumlah lokasi, antara lain Gampong Pante Labu (Aceh Timur), Kubu (Aceh Utara), serta Gampong Pante Baro (Bireuen).


