Bogor, MAHATVA.ID – Kisruh pemilihan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Parungpanjang memicu kekecewaan mendalam bagi masyarakat Desa Gintung Cilejit. Mereka merasa tokoh masyarakatnya, Kyai Ajo, diperlakukan tidak pantas hingga dianggap dilecehkan saat proses pemilihan berlangsung.

Menurut warga, Kyai Ajo yang telah resmi mendaftar sebagai calon Ketua MUI Kecamatan Parungpanjang melalui Sekretaris MUI Kecamatan dengan kelengkapan berkas, justru tidak diundang dalam forum pemilihan. Bahkan, ia disebut diusir dari ruang rapat saat hendak mengikuti proses pemilihan ketua.

Kekesalan warga semakin memuncak karena somasi yang diajukan Kyai Ajo ke MUI Kabupaten Bogor hingga kini belum mendapatkan tanggapan.

Warga Gintung Cilejit bersama tujuh MUI desa pendukung Kyai Ajo menyatakan siap mengambil langkah lanjutan. Dalam waktu dekat, mereka akan menemui Sekretaris MUI Kecamatan Parungpanjang untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan tindakan tidak profesional dalam penyelenggaraan pemilihan. Setelah itu, mereka berencana mendatangi MUI Kabupaten Bogor untuk meminta jawaban resmi terkait somasi yang belum dibalas.

Adam, tokoh pemuda Gintung Cilejit, mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam.

“Tugas MUI salah satunya mendamaikan umat. Dalam pemilihan ketua MUI saja rusuh, gimana mau mendamaikan umat?” ujar Adam.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak akan berhenti menuntut kejelasan.

“Kita akan terus kejar permasalahan ini sampai MUI Kabupaten memberi jawaban. Saya berharap MUI Kabupaten tidak berlaku sama seperti MUI Kecamatan. Kalau ulamanya seperti ini, gimana umatnya…” lanjut Adam dengan nada kesal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak MUI Kecamatan Parungpanjang maupun MUI Kabupaten Bogor belum memberikan pernyataan resmi terkait kisruh tersebut.