Jakarta, MAHATVA.ID — Indonesia terus menempatkan talenta terbaiknya di panggung teknologi global. Salah satunya adalah Juan Anugraha Djuwadi, Product Manager di Google Amerika Serikat, yang kini memegang peran strategis dalam mengarahkan pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) agar tetap relevan, manusiawi, dan memberi dampak luas bagi miliaran pengguna di seluruh dunia.

Dalam webinar bertajuk “AI Streamline Your Business: Build Internal Apps with AI” yang digelar Rabu (14/1/2026), Juan memaparkan pandangannya mengenai arah evolusi AI, tantangan adopsi lintas pasar, serta prinsip-prinsip kunci dalam membangun produk digital berskala global. Pemikiran alumnus Master of Arts Design and Development of Digital Games, Columbia University ini dinilai relevan sebagai rujukan bagi pemerintah, dunia usaha, serta ekosistem digital di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

AI Harus Menyelesaikan Masalah Nyata

Juan menegaskan bahwa kemajuan AI tidak seharusnya terjebak pada kompleksitas teknologi semata. Menurutnya, perspektif pengguna harus selalu menjadi pusat pengembangan produk.

“Pengguna tidak peduli seberapa canggih teknologi di belakang layar. Mereka peduli apakah solusi itu berguna dan benar-benar menyelesaikan masalah nyata,” ujar Juan.

Prinsip ini menjadi fondasi utama dalam pengembangan produk-produk Google yang digunakan lintas negara, budaya, dan tingkat literasi digital.

Ia menyoroti dua filosofi penting yang relevan bagi pembuat kebijakan dan kalangan enterprise, yakni “less is more” dan “the details matter.” Dalam skala sistem besar, kegagalan sekecil apa pun dapat berdampak luas.

“Ketika satu persen pengguna mengalami kesulitan, itu berarti jutaan orang. Di sinilah detail menjadi isu strategis, bukan sekadar teknis,” jelasnya, seraya menekankan pentingnya presisi dalam sistem digital berskala nasional, termasuk layanan publik berbasis AI.

Data dan Intuisi: Dua Pilar Inovasi