Jakarta, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong melalui Kasubsi Bimkemaswat, Ricky Robby Rizkiawan, mengikuti kegiatan Penyusunan Pedoman Pembinaan Mental Kepatuhan Internal yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melalui Direktorat Kepatuhan Internal di Hotel Mercure Kemayoran, Rabu (20/08/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Kepatuhan Internal Ditjenpas, Lilik Sujandi, narasumber dari kalangan akademisi yakni dr. Natalia Widiasih R, Sp.KJ(K), MPd (Psikiatri FKUI/RS Cipto Mangunkusumo), Dwi Despiana, M.Psi., Psikolog (DSPEC Internasional Medika), serta pejabat struktural Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, termasuk jajaran Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.

Tekankan Pentingnya Kepatuhan Internal
Dalam arahannya, Lilik Sujandi menegaskan bahwa kepatuhan internal mencakup kesesuaian sikap, perilaku, ucapan, dan tindakan petugas dengan aturan, kode etik, serta disiplin pegawai. Ia menekankan pembinaan mental menjadi penting agar petugas yang pernah melakukan pelanggaran tidak terjebak stigma, tetapi mendapatkan kesempatan memperbaiki diri.

Materi: Burnout hingga Strategi Pembinaan Mental
Kegiatan dibagi dalam dua sesi materi.
• Sesi pertama, dr. Natalia Widiasih menjelaskan tingkatan burnout pada petugas pemasyarakatan, mulai dari ringan hingga ekstrem, serta dampaknya terhadap pengambilan keputusan, produktivitas, hingga hubungan kerja.
• Sesi kedua, Dwi Despiana memaparkan strategi pembinaan mental berbasis nilai dan peraturan. Ia menekankan pentingnya keteladanan, konsistensi, dan dukungan sistem organisasi demi menjaga integritas dan disiplin petugas.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel penyusunan draft pedoman. Berbagai masukan dihimpun untuk memperkuat substansi pedoman pembinaan mental kepatuhan internal di lingkungan pemasyarakatan.

Kalapas Cibinong: Pedoman Dorong Integritas dan Disiplin
Kalapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyambut baik kegiatan ini.

“Pembinaan mental menjadi kebutuhan penting bagi setiap petugas. Dengan adanya pedoman ini, kami berharap integritas, disiplin, dan semangat kerja petugas semakin terjaga, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Landasan Penyusunan Pedoman Nasional
Sebagai tindak lanjut, forum ini menegaskan bahwa pembinaan mental merupakan bagian integral dari kepatuhan internal. Selain memberikan perlindungan dan pemulihan bagi pegawai, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran serta integritas dalam pelaksanaan tugas.

Hasil diskusi panel akan menjadi landasan awal penyusunan draft pedoman pembinaan mental kepatuhan internal di seluruh jajaran pemasyarakatan.