Cibinong, MAHATVA.ID – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Melalui program pembinaan kemandirian, mereka mengasah kreativitas dan keterampilan, salah satunya lewat pelatihan pembuatan gitar akustik secara mandiri di Balai Latihan Kerja (BLK), Kamis (14/8/2025).

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program keterampilan yang sebelumnya digagas bersama PT Guitars Gore Banten, perusahaan lokal penghasil alat musik. Warga binaan mendapatkan bimbingan langsung dari instruktur berpengalaman, Ujang Iwan, yang mengajarkan materi mulai dari teori dasar hingga teknik lanjutan pembuatan gitar.

Proses produksi meliputi pengukuran, pemilihan dan pemotongan kayu, perakitan, hingga finishing. Seluruh tahapan dikerjakan dengan ketelitian tinggi di bawah pengawasan petugas pembinaan yang ahli di bidang kerajinan kayu. Hasilnya, gitar akustik yang tidak hanya memiliki kualitas suara yang baik, tetapi juga desain menarik.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan bahwa program ini adalah bekal nyata bagi warga binaan untuk mempersiapkan masa depan setelah bebas.

“Pelatihan seperti ini menjadi terapi yang efektif. Warga binaan tidak hanya memahami proses teknis, tetapi juga merasa bangga dengan karya mereka. Keterampilan ini berpotensi menjadi produk unggulan UMKM, sehingga saat kembali ke masyarakat, mereka memiliki bekal keterampilan dan mental yang siap mandiri,” ujarnya.

Beberapa gitar hasil karya warga binaan bahkan telah dipamerkan dalam kegiatan internal Lapas dan mendapat apresiasi positif. Ke depan, Lapas Cibinong menargetkan produk gitar akustik karya warga binaan mampu bersaing di pasar UMKM.

Salah satu warga binaan menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan.

“Saya sangat berterima kasih atas pelatihan ini. Lewat program ini, saya belajar mandiri dan memiliki keterampilan yang bisa saya kembangkan setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Dengan program ini, Lapas Kelas IIA Cibinong menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang bermanfaat, produktif, dan berorientasi pada kemandirian ekonomi warga binaan.