MAHATVA.ID — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, membawa sejumlah usulan pembangunan strategis dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta.
Rakornas tersebut menjadi forum penting penyelarasan program antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan arah pembangunan nasional sejalan dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Rakornas ini bukan hanya forum koordinasi, tetapi wadah membangun bank solusi yang menghimpun berbagai usulan strategis dari seluruh daerah,” ujar Ajat Rochmat Jatnika di Bogor, Kamis (30/10).
Ajat menjelaskan, forum tersebut juga menjadi ajang penyamaan persepsi dalam pelaksanaan program prioritas nasional seperti Masyarakat Berdaya Guna (MBG), Koperasi Desa, Sekolah Rakyat, dan Ketahanan Pangan. Pelibatan pemerintah daerah, lanjutnya, penting agar kebijakan pusat dapat tepat sasaran dan diimplementasikan secara efektif.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Bogor mengajukan beberapa usulan prioritas pembangunan, di antaranya pembangunan Jembatan Lewi Ranji dan penataan jalan tambang yang dinilai sebagai infrastruktur vital untuk kelancaran mobilitas dan distribusi hasil ekonomi daerah.
“Kedua proyek ini sangat krusial bagi peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor,” kata Ajat.
Selain sektor infrastruktur, Pemkab Bogor juga mengusulkan penguatan ketahanan pangan, terutama di bidang perikanan. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekonomi lokal sekaligus mendukung program nasional pengendalian inflasi pangan.
Ajat juga menyoroti tantangan fiskal yang dihadapi sejumlah daerah di Indonesia. Berdasarkan data Kemendagri, terdapat 147 daerah yang kemampuan keuangannya belum mampu menutupi kebutuhan belanja wajib dan mengikat, seperti gaji pegawai serta operasional dasar.



