MAHATVA.ID – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) melalui jalur darat di wilayah Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), guna mengatasi gangguan pasokan akibat pendangkalan signifikan di alur Sungai Kapuas–Melawi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, dalam keterangan resmi Jumat (20/2/2026), menyampaikan bahwa pendangkalan alur sungai dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan kapal tanker tidak dapat melanjutkan pelayaran normal menuju Fuel Terminal (FT) Sintang.

Data monitoring hidrologis menunjukkan kedalaman air hanya sekitar 2,25 meter atau berkurang dari batas aman navigasi (safe draft limit) empat meter. Kondisi ini membuat sejumlah kapal tanker harus menunggu di wilayah Sanggau.

“Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Secara prinsip, stok BBM dalam kondisi aman dan beberapa kapal juga telah berada dalam posisi ready stock dan anchor di wilayah Sanggau. Saat ini kami menunggu kepastian izin lokasi jetty dalam skema penanganan darurat untuk proses pembongkaran,” ujar Edi.

Distribusi Dialihkan Lewat Jalur Darat

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina memperkuat distribusi melalui jalur darat dari FT Sintang dan Integrated Terminal Pontianak untuk menjaga kesinambungan suplai ke SPBU dan lembaga penyalur di wilayah terdampak.

Menurut Edi, meski distribusi darat membutuhkan waktu tempuh lebih panjang, langkah ini dinilai strategis agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.

Selain itu, perusahaan mengoptimalkan sistem digitalisasi guna memantau pergerakan suplai secara real time serta memprioritaskan pengiriman ke SPBU di jalur strategis dan pusat aktivitas masyarakat.

“Kami akan terus bekerja maksimal bersama pemerintah daerah dan aparat untuk memastikan pasokan segera kembali stabil. Kami mengimbau masyarakat melakukan pembelian sesuai kebutuhan agar distribusi berjalan lancar dan merata,” tambahnya.