MAHATVA.ID – Selama ini, banyak masyarakat merasa kesulitan untuk bisa melaksanakan ibadah qurban karena terbatasnya kemampuan finansial. Mindset umum yang berkembang menyebutkan bahwa berqurban hanya bisa dilakukan saat rezeki longgar atau memiliki dana berlebih.
Namun kini, pola pikir tersebut mulai diubah lewat program “Qurban Amanah Lewo”.
Program yang diinisiasi oleh Amanah Lewo ini menghadirkan terobosan baru berupa Tabungan Qurban, yang memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi, termasuk kalangan menengah ke bawah, untuk tetap bisa berqurban.
"Tabungan Qurban ini memungkinkan niat berqurban bisa diwujudkan. Karena membelanjakan uang dalam jumlah besar sekaligus itu berat bagi ekonomi pas-pasan. Tapi kalau dicicil? InsyaAllah ringan dan tercapai," ujar Ketua Amanah Lewo, Achmad Husni, dalam acara launching program di Desa Lohayong, Pulau Solor, Sabtu (24/5/2025).
Dorongan Pemerintah Desa dan DPRD: Perluasan Program hingga Tingkat Kecamatan
Penjabat Kepala Desa Lohayong, Johor Wua, mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif tersebut. Ia mendorong agar program Tabungan Qurban bisa diperluas ke tingkat kecamatan di wilayah Solor Timur, sehingga seluruh desa muslim dapat ikut berpartisipasi.
"Saya berharap Amanah Lewo menjadi pusat pengelola distribusi qurban se-daratan Pulau Solor," ucap Johor Wua.
Dukungan juga datang dari Hasnan Ladopura, anggota DPRD Kabupaten Lembata.
Dalam orasinya, Hasnan menekankan bahwa qurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi wujud nyata dari kesalehan sosial dan solidaritas antarumat.

.png)