Bogor, MAHATVA.ID – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bogor menyambut baik kebijakan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu prioritas penggunaan Bantuan Keuangan (Bankeu) 2026.
Ketua APDESI Kabupaten Bogor, H. Abdul Azis Anwar, menilai kebijakan tersebut sebagai terobosan yang sesuai dengan kebutuhan desa.
“Dari anggaran Rp1,5 miliar, kebijakan Bupati memiliki trobosan sesuai apa yang dibutuhkan oleh Pemerintah Desa,” ujar Abdul Azis saat ditemui di Kantor Bupati Bogor, Jumat (3/10/2025).
Abdul Azis menyebutkan, penanganan sampah merupakan persoalan serius yang dihadapi 416 desa di Kabupaten Bogor. Saat ini, volume sampah di wilayah Kabupaten Bogor mencapai 3.000 ton per hari, namun hanya sekitar 1.000 ton yang dapat ditangani.
“Tadi Bupati bilang, Kabupaten Bogor menghasilkan sampah 3 ton per harinya. Adapun yang bisa ditangani itu hanya 1 ton per harinya. Maka dari itu, Bankeu 2026 memiliki kebijakan skala prioritas, yakni terkait pengelolaan sampah,” jelasnya.
Meski begitu, Abdul Azis menegaskan persentase alokasi anggaran untuk pengelolaan sampah dari total Rp1,5 miliar masih menunggu kajian lebih lanjut.
“Terkait persentase dari anggaran Rp1,5 miliar untuk pengelolaan sampah belum dipatok besarannya berapa. Jadi nanti nunggu kajian terlebih dahulu,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kajian yang matang agar tidak menimbulkan masalah dalam realisasi.
“Jangan sampai di kemudian hari ada kendala. Misalkan dianggarkan Rp900 juta untuk pengelolaan sampah, tetapi kebutuhan alat mencapai Rp1,2 miliar. Jadi saat ini sedang dikaji dan diverifikasi oleh Pak Sekda,” jelasnya.



