MAHATVA.ID – Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali memanas setelah Arab Saudi mengambil langkah diplomatik tegas terhadap Iran. Pemerintah di Riyadh secara resmi mengusir sejumlah staf militer Iran dari wilayahnya, menyusul serangkaian serangan yang disebut terus menargetkan kerajaan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Sabtu (21/3/2026) waktu setempat menyatakan bahwa atase militer Iran, asistennya, serta tiga staf kedutaan telah dinyatakan sebagai persona non grata atau orang yang tidak diterima. Mereka diwajibkan meninggalkan wilayah Saudi dalam waktu 24 jam.
Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan memburuknya situasi keamanan akibat serangan yang diklaim berasal dari Iran.
“Serangan-serangan Iran yang berkelanjutan akan menyebabkan eskalasi lebih lanjut dan memiliki konsekuensi signifikan bagi hubungan saat ini dan masa depan,” demikian pernyataan resmi kementerian, dikutip dari Reuters.
Ratusan Serangan Rudal dan Drone
Sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, otoritas Saudi menyebut wilayahnya telah menjadi target ratusan rudal dan drone.
Sebagian besar serangan tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Saudi. Namun demikian, intensitas serangan dinilai tetap menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas keamanan kawasan.
Ancaman Aksi Militer
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi juga telah memperingatkan bahwa negaranya memiliki hak untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran.




